Review Film Pretty Boys, Film Pelepas Lelah yang Pretty Good

Pretty Boys mengisahkan tentang perjuangan Anugerah (Vincent) dan Rahmat (Desta) yang ingin tenar sekaligus kaya dengan cara masuk TV. Keduanya adalah pemuda kampung dengan modal nekat, menjalani pekerjaan apapun di Ibukota, demi bisa masuk TV. Perjalanan mereka pun terbayar dengan mulai berkenalan ke produser, tim kreatif, manajer hingga wanita.Seiring waktu, keduanya pun menjadi semakin terkenal. Namun, sanggupkah mereka mempertahankan apa yang telah mereka capai?  

Jika melihat nama duo Desta dan Vincent dalam film ini, Kamu mungkin bisa langsung menebak bahwa ini bukanlah film serius. Yups, perutmu harus siap dikocok habis-habisan selama durasi sekitar 100 menit oleh film debut Tompi ini. Desta dan Vincent sendiri juga sudah cukup lama absen dari layar lebar dengan candaan garing khas mereka. Inilah yang unik dari duo ini, bukan banyolan spektakuler, tapi selalu berhasil membuat tertawa, atau setidaknya tersenyum lepas.

Pretty Boys sendiri juga mendapat banyak sambutan positif dari reviewer karena memang tak hanya menawarkan cerita komedi saja. Salah satunya bisa Kamu cek dari warna, pencahayaan dan komposisi kamera yang menjadi tanda bahwa film ini memang digarap secara serius dan disajikan dengan begitu rapi. Agaknya kualitas visual ini bakal menjadi signature Tompi, sang sutradara, yang ternyata juga seorang fotografer. 

Tompi sendiri juga berhasil menyajikan komedi dengan cara yang berbeda, terbukti dari bagaimana penerimaan pasar. Jika melihat kesuksesan Tompi dalam menjual komedi Desta dan Vincent ini, tak menutup kemungkinan ia akan menjadi salah satu sutradara sukses Indonesia. Ya, mungkin ia membutuhkan naskah yang semakin ditingkatkan lagi untuk membuka peluangnya tersebut ke depan. 

Pretty Boys sendiri sejatinya bukan sekedar komedi dan cita-cita. Ia menceritakan bahwa dunia hiburan sebenarnya tidak baik-baik saja. Film ini juga menggambarkan seperti apa realita dunia hiburan, realita perjalanan anak kampung yang mengadu nasib ke Ibukota. Muatan yang seharusnya berbobot ini nyatanya tetap bisa dibawakan dengan santai, komedi yang menyegarkan.

Film ini hadir dengan premis yang sederhana dan mudah diikuti memang tak terlalu membebani penonton. Naskah tulisan Imam Darto yang begitu rapi dan pemeran yang memang benar-benar mendukung, membuat film ini dapat dinikmati dengan mudah dan mengalir tanpa cela. Ya, plot yang membawa konflik dan poin cerita pun tetap dibawakan dengan santai. Saking santainya, momen saat Vincent menangis atau penyesalan Desta pun sulit untuk dihayati penonton.

Selain pasangan Desta dan Vincent, penampilan Danilla Riyadi juga berhasil mengimbangi tingkah konyol kedua komedian tersebut. Penampilannya yang juga tak kalah lucu dan juga genit berhasil cukup baik di penampilan kali keduanya. Harus diakui menurut penulis RenaMovies.com, berbagai elemen dalam film ini berhasil menjadi sebuah kesatuan hingga menjadikannya sebagai komedi yang cukup bagus untuk Kamu nikmati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *