Penggunaan Kaporit Pada Pengolahan Air Minum Bertujuan Untuk Meningkatkan Kualitas Air

penggunaan kaporit pada pengolahan air minum bertujuan
Gbr. Kaporit

Penggunaan kaporit pada pengolahan air minum bertujuan untuk meningkatkan kualitas air – Air merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, apabila kebutuhan air tidak dapat dipenuhi akan berdampak besar pada kesehatan dan kerawanan sosial. Indonesia, khususnya penyedia air bersih skala besar, masih terkonsentrasi di perkotaan dan dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PAM) kota.

Penggunaan kaporit pada pengolahan air minum bertujuan untuk persyaratan penting dalam standar perusahaan pengolahan air bersih. Air yang berbau kaporit aman digunakan.

Klorin, atau yang juga dikenal dengan kaporit, adalah zat kimia aktif yang membunuh bakteri dan mikroorganisme lainnya selama pengolahan air minum

Klorin yang terkandung dalam kaporit bertindak sebagai oksidan dan desinfektan, dan sering digunakan dalam pengolahan air bersih dan air limbah. Sebagai oksidan klorin, dapat menghilangkan bau aneh dalam perawatan pemurnian air.

Klorin juga digunakan untuk mengoksidasi besi atau mangan menjadi bentuk oksida yang tidak larut dalam air sehingga dapat dipisahkan dengan penyaringan.

Dilansir dari batam.tribunnes.com, Enrico Moreno, Corporate Communication Manager, Jumat (29/12/2017) mengatakan bahwa pemberian kaporit yang tepat jadi sebuah persyaratan penting dalam standar di perusahaan pengolahan air bersih. Air berbau kaporit menandakan bahwa air tersebut dipastikan aman untuk digunakan.

Penggunaan kaporit dalam pengolahan air minum bertujuan untuk membunuh bakteri, kaporit juga bisa mengurangi bau, warna, zat besi dan kandungan mangan di dalam air. Pasokan kaporit yang tepat dalam proses pengolahan air sangat menguntungkan, sehingga air lebih aman bagi pelanggan.

Jumlah kaporit juga disesuaikan dengan kualitas air bakunya. Oleh karena itu, pelanggan tidak perlu khawatir untuk menggunakan air bersih.

Baca Juga : Penyulingan Air Laut Dengan Metode Desalinasi RO

Tahapan Proses Pengolahan – Penggunaan Kaporit pada Pengolahan Air Minum Bertujuan Untuk Meningkatkan Kualitas Air

1. NETRALISASI AIR

Netralisasi adalah mengatur keasaman air menjadi netral (pH 7-8). Untuk air asam (seperti air gambut) cara termurah dan termudah adalah dengan menggunakan kapur / kapur. Selain menetralkan air baku yang bersifat asam, fungsi penambahan jeruk nipis juga membantu meningkatkan efisiensi proses selanjutnya.

2. KOAGULASI DENGAN PEMBERIAN TAWAS (Coagulation Process)

Koagulasi adalah proses memasukkan bahan kimia ke dalam air sehingga kotoran yang berupa padatan tersuspensi (seperti pewarna organik, lumpur halus, bakteri, dll) di dalam air dapat dengan cepat mengembun dan mengendap. Cara termudah dan termurah adalah dengan menambahkan tawas.

3. PENGENDAPAN (Sedimentation Process)

Biarkan proses pengendapan hingga gumpalan pengotoran mengendap (+ 45-60 menit). Sedimen yang terkumpul di dasar tangki air dapat dibersihkan dengan membuka katup pembuangan yang terletak di dasar tangki air.

4. PENYARINGAN (Filtration Process)

Filtrasi dilakukan dengan mengalirkan air yang diendapkan dengan kotoran ke dalam ember penyaring yang terdiri dari penyaring pasir. Tawas atau aluminium sulfat memiliki banyak kegunaan.

Salah satunya sudah lama disebut flokulator, dan fungsinya untuk mengumpulkan kotoran selama proses penjernihan air. Diperlukan proses tambahan agar mendapatkan kualitas air meningkat, seperti:

– Proses Pertukaran Ion (Ion Exchange)
Proses pertukaran ion dirancang untuk menghilangkan zat pencemar (kontaminan) anorganik yang tidak dapat dihilangkan dengan proses filtrasi atau pengendapan.

Dalam proses ini juga digunakan untuk menghilangkan arsenik, kromium, kelebihan fluorida, nitrat, radium dan uranium.

– Proses Penyerapan (Absorption)
Proses ini bertujuan untuk menyerap / menghilangkan zar pencemar organik, senyawa penyebab rasa, bau dan warna. Biasanya dengan membubuhkan bubuk karbon aktif ke dalam air tersebut.

– Proses Disinfeksi (Disinfection)
Sebelum masuk ke unit penyimpanan akhir(reservoir), air harus terlebih dahulu melalui proses desinfeksi. Artinya, proses penambahan zat kimiawi Clorin bertujuan untuk membunuh bakteri atau mikroorganisme berbahaya yang terkandung di dalam air.

Sebaiknya penggunaan kaporit (Chlorin) dalam jumlah yang tidak melebihi dosis yang diijinkan untuk menghindari kemungkinan efek akibat konsumsi kaporit yang berlebihan. Semoga artikel ini bermanfaat untuk hidup sehat Anda.

Artikel lain yang mungkin anda tertarik : Tidak Perlu Beli Baru, Inilah Cara Membersihkan Springbed Kena Banjir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *