Permukiman Padat Penduduk di Surabaya Dapat Akses Air Minum

Sebanyak 30 instalasi Master Meter (meter induk) dipasang di kawasan yang sukar dijangkau pipa PDAM di Surabaya,. water Meter BR itu dipasang di kawasan padat masyarakat Jalan Semarang, Kecamatan Bubutan, Surabaya.


Direktur Pelayanan PDAM, Anizar Firmadi mengatakan, Master Meter jadi jalan satu-satunya untuk memberi tambahan akses air minum bagi warga di kawasan Jalan Semarang.

Musababnya, wilayah itu masuk dalam wilayah informal yang tak mampu dijangkau oleh jaringan regular PDAM. Selain itu, di tempat itu merupakan permukiman padat penduduk.


“PDAM cuma mampu menjangkau tempat formal. Area (informal) tidak terjangkau. Sehingga kami bantu sampai ke Master Meter” kata Anizar.


Master Meter merupakan jaringan saluran air minum secar komunal program PDAM. PDAM memberi tambahan fasilitas sambungan air minum itu dengan menggunakan sebuah meter induk di wilayah yang legal. Biasanya, cara ini untuk memberi tambahan fasilitas air minum bagi warga prasejahtera di permukiman padat penduduk.


Master Meter yang dipasang di Jalan Semarang, Surabaya itu merupakan kerjasama dengan USAID IUWASH Plus dan Coca Cola Foundation Indonesia dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia waktu itu yang jatuh terhadap Jumat.


Advocacy and Communication Advisor USAID IUWASH Plus, Lina Damayanti, menambahkan, Master Meter cocok digunakan terhadap kawasan padat masyarakat dengan minimnya ketersediaan air bersih untuk dikonsumsi. Menurut Lina, secara ekonomis jauh lebih murah dibandingkan menggunakan keran lazim maupun belanja air dalam jeriken.


Master Meter itu nantinya dikelola dengan level komunitas. Itu artinya, warga mampu urunan untuk membayar tagihan air per bulannya. Komunitas itu termasuk nanti yang bertanggung jawab memelihara pipa dan fasilitas lain secara swadaya.


Selain dari sisi kepemilikan lahan. Secara teknis menurut kawan-kawan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di sana tantangan cukup tinggi bagi PDAM menyalurkan air di sana. Keran lazim rawan untuk ekonomi rente. Rawan untuk menjual lagi airnya,” kata Lina.


Program Master Meter menargetkan ada 1.200 jaringan pipa air bersih untuk diminum yang disambung di setiap tempat tinggal di permukiman padat masyarakat di Surabaya dan Mojokerto. Targetnya adalah ada 6.000 ribu masyarakat berpenghasilan rendah mampu merasakan fasilitas air minum.


Dalam program ini, Coca-Cola Foundation berikan dana investasi sebesar Rp 1,3 miliar. Ketua Pelaksana Coca-Cola Foundation Titie Sadarini mengungkapkan, keseluruhan investasi itu akan berikan faedah kepada 880 tempat tinggal tangga dari 1.200 sambungan Master Meter tempat tinggal tangga.


Titie menghendaki kontribusi Coca-Cola Foundation mampu mengembalikan air ke alam dan berfaedah bagi masyarakat.

“Komitmen kami adalah membangun negeri bersama, dan perihal ini termasuk cocok dengan tujuan kami yaitu mengembalikan air yang kami menggunakan untuk mengolah minuman kami dengan aman kepada masyarakat dan alam,” ujar dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *