Budidaya Tanaman Pinang dan Pemanfaatan Buah Pinang

pemanfaatan buah pinang
Ilustrasi Tanaman Pinang Muda

Pemanfaatan buah pinang – Tanaman Pinang adalah tanaman tropis yang cukup populer di Indonesia setelah kelapa. Tanaman ini ditemukan di seluruh Asia Selatan dan Tenggara, termasuk Thailand dan Indonesia.

Tanaman pinang dalam bahasa latin adalah Areca Catechu atau dalam bahasa Inggris – Bethel palm (Bethel walnut). Tanaman pinang ini merupakan bagian dari tanaman utuh.

Sudah dikenal sejak ribuan tahun, buah ini telah dianggap sebagai obat, terutama di Mesir dan India. Dewasa ini di banyak negara buah pinang digunakan sebagai obat cacing (obat cacing), obat eksim, obat sakit gigi, dan lain-lain.

Sebagai contoh, di beberapa wilayah Indonesia, di Singgah, Kabupaten Malaka, buah pinang dikonsumsi secara langsung dalam bentuk kegiatan menyirih (nyirih: red). Daun sirih tersebut biasa dimakan dengan jeruk nipis dan pinang. Sebagian orang juga mencampurnya dengan pinang dan tembakau agar rasanya lebih enak.

Jangan sampai lewatkan ulasan bagaimana budidaya tanaman pinang dan pemanfaatan buah pinang yang kami rangkum dari berbagai sumber berikut ini.

Artikel menarik yang mungkin anda suka 5 Resep Cara Membuat Boba Di Rumah Mudah Dipraktikkan

Hal Yang Tidak Boleh Dilewatkan Untuk Budidaya Tanaman Pinang

1. Memilih Type Lahan

Biasanya, tanah yang akan ditabur sirih dibagi menjadi 2, kelompok pertama dan kedua.

Tanah yang baik untuk berkebun sirih adalah gambut halus atau tanah gambut tua dan humus. Pasalnya, tanah tersebut banyak mengandung unsur organik selama budidaya pinang. Tanah ini disebut tanah golongan pertama.

Jenis tanah kedua adalah lempung berpasir, tanah kuning-merah dan pasir kuning-merah. Kandungan pasir tidak boleh melebihi 25%. Jenis tanah kedua akan membutuhkan sejumlah besar pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang matang.

Hindari penggunaan lahan kerikil berwarna kuning, merah dan berbatu karena jenis lahan ini tidak cocok untuk ditanami kelapa sawit (penang). Tanaman berkayu seperti mangga, alpukat, durian, karet, pala, asam jawa, cengkeh, gaharu, dll masih bisa tumbuh di tanah berbatu ini.

Usahakan duduk di ketinggian 1 sampai 1300 mdpl, karena di ketinggian ini tanaman pinang tumbuh optimal. Pekerjaan penanaman dilakukan pada awal atau pertengahan musim hujan.

2. Mempersiapkan Lahan Tanam

Buang semak dan gulma dari tanah secara mekanis atau dengan herbisida. Untuk kelompok tanah pertama, buat patok utama dengan jarak kurang lebih 3 meter. Luas bidang tanah kelompok kedua adalah 2,75 meter. Di kedua sisi daratan.

Jarak tiang utama dari batas tanah dengan pembatas adalah kurang lebih 1,5 meter. Dengan mempertimbangkan kondisi tanah, semakin subur tanah maka semakin padat kepadatan penduduknya.

Kemudian letakkan tumpukan anak pada jarak 3 x 3 meter atau 2,75 x 2,75 meter. Aturan penempatan pilar dirumuskan dengan bujur sangkar atau barisan prajurit.

Gali lubang tanam. Kelompok pertama berukuran 30 x 30 x 30 cm, dan kelompok kedua berukuran 50 x 50 x 50 cm. Tanah galian dipisahkan dengan tanah galian bawah. Biarkan lubang galian selama seminggu.

Karena diperlukan adaptasi atau aklimatisasi untuk menanam buah pinang, maka penggalian dibiarkan selama kurang lebih satu minggu. Jika perlu, bibit ditempatkan di sebelah kebun.

Campurkan tanah bekas galian dengan 3 kg pupuk organik, 200 gram dolomit dan 100 gram pupuk mineral fosfat pada tanah kelompok pertama. Sedangkan untuk tanah kelompok kedua galian dicampur dengan 5 kg pupuk organik, 100 gram dolomit dan 100 gram pupuk fosfat.

Tempatkan campuran media tanam ke dalam lubang tanam dan tanam pinang tegak. Kedalaman bungkusan benih sama dengan tinggi permukaan media tanam di lubang tanam.

Permukaan lubang tanam 7-10 cm di bawah permukaan tanah pada kelompok kedua, dan pada tanah kelompok pertama merata di atas areal tanam.

3. Memilih Bibit Tanaman Pinang

Bibit pinang dipilih sebagai bibit yang sehat dan ditanam di bawah sinar matahari langsung. Jangan menanam bibit yang tumbuh langsung di tempat teduh / dibawah paranet.

Bibit yang ditanam di bawah paranet / teduh cenderung stress dan tidak tahan terhadap sinar matahari langsung. Jadi jenis bibit seperti ini akan mudah gosong daunnya karena terkena sinar matahari langsung.

Jika Anda akan tetap menggunakan bibit jenis ini maka anda harus menyesuaikan bibitnya terlebih dahulu selama minimal 2 bulan. Jadi cobalah untuk menemukan bibit pinang yang ditanam dan digunakan di bawah sinar matahari langsung.

Keunggulan budidaya buah pinang ini adalah dapat dipadukan dengan tanaman palawija, sayuran, bumbu rimpang, ubi jalar, singkong, dll.

4. Mengendailakn Gulma dan Pemupukan

Karena gulma dan hama umum terjadi di perkebunan tanaman pinang, maka perlu dimusnahkan dan dikendalikan. Gulma dan hama dapat menyebabkan penyakit pada buah dan tanaman pinang itu sendiri.

Maka dari itu, ketika tanaman pinang rentan terhadap penyakit, mereka tidak akan tumbuh secara optimal dan pertumbuhannya akan terganggu. Bahkan bisa membunuh tanaman pinang.

Pemupukan dari usia 6 bulan hingga 3 tahun: Campurkan 2 kg pupuk organik dan 200 g pupuk NPK dalam dua tumpukan di kedua sisi akar tanaman. Jangan menyebarkan pupuk. Terapkan setiap 6 bulan, mis. pada awal dan akhir musim hujan.

Jika berumur 3 tahun atau lebih (sebelum pindah tanam), berikan 5 kg pupuk organik dan 300 g pupuk NPK setiap 6 bulan.

Masa Panen Buah Pinang

pemanfaatan buah pinang
Ilustrasi Buah Pinang

Tanaman pinang mulai berbuah pada umur 4 tahun. Dan mulai berbuah secara normal pada usia 6 tahun. Usia maksimal adalah 35 tahun. Hasil buah tanaman pinang sangat tergantung pada kesesuaian tanah dan iklim, termasuk pemupukan dan nasib petani.

Buah pinang kuning atau jingga tua dapat dipanen dengan cara memotong buahnya dengan sabit (menggunakan batang bambu).

Buah pinang tersebut kemudian dijemur selama 14 hari kemudian dikupas dengan alat pengupas buah pinang yang banyak dijual di internet.

Dibandingkan dengan perkebunan kelapa sawit atau karet, hasil pinang jauh lebih tinggi. Budidayanya tidak sulit, tidak banyak hama dan penyakit seperti kelapa sawit dan karet.

Baca Juga : Penggunaan Kaporit Pada Pengolahan Air Minum Bertujuan Untuk Meningkatkan Kualitas Air

Pemanfaatan Buah Pinang

Tanaman pinang dan buahnya dapat dimanfaatkan secara optimal. Ada berbagai manfaat buah pinang yang bisa didapatkan jika diolah dengan benar.

1. Pinang berkhasiat sebagai obat cacing.

Karena buah pinang mengandung anthelmintik atau pencahar cacing dan adstringens untuk mengecilkan selaput lendir. Sifat peluruh cacing inilah yang dimanfaatkan masyarakat untuk mengobati cacingan.

Caranya: Ambil lagi buah pinang yang belum mengeras, lalu potong menjadi empat bagian. Kemudian ambil jahe, potong kira-kira setengah rimpang jari Anda. Ambil kunyit dan potong rimpang menjadi dua. Rebus ketiga bahan tersebut selama beberapa menit, dinginkan dan saring. Minum air dengan buah pinang untuk mengobati cacingan.

Dapat juga digunakan sebagai bahan tambahan untuk memperkuat gigi dan gusi.

Pada zaman dahulu, buah pinang dimakan, atau biasa disebut “nyirih”, karena buah pinang dipercaya tidak dapat menguatkan gigi. Pinang juga mengandung sifat antibakteri pada gusi.

Caranya: Ambil buah pinang, potong-potong dan segera kunyah. Anda bisa menggunakan kekuatan jeruk nipis dan daun sirih untuk menambah kelembutan dan mengurangi kepahitan.

2. Sebagai obat penambah daya tahan tubuh pria dan wanita.

Buah pinang mengandung senyawa alkohol. Senyawa ini dipercaya dapat melepaskan adrenalin, hormon yang muncul saat seseorang mengalami pengalaman emosional yang tidak biasa. Adrenalin meningkatkan aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh, terutama di otot. Adrenalin yang dihasilkan buah pinang juga bisa membuat Anda merasa nyaman.

Caranya: Ambil satu buah pinang, hancurkan dan rebus dengan dua gelas air. Tunggu hingga satu gelas tersisa di rebusan. Saring air rebusan dan biarkan dingin. Campuran buah pinang siap disantap.

3. Meredakan sakit punggung dan nyeri.

Zat lain yang terdapat dalam buah pinang adalah zat psikoaktif, yaitu zat yang dipercaya dapat mempengaruhi fungsi otak dan menyebabkan perubahan pikiran, perilaku, atau perasaan. Meski penelitian ini masih terus dikembangkan lebih lanjut oleh World Health Organization (WHO).

Caranya: Ambil beberapa lembar daun sirih dan beberapa buah pinang. Giling daun dan buah pinang, lalu hangatkan. Setelah itu, oleskan kompres pada bagian tubuh yang sakit.

4. Obat untuk difteri.

Caranya: Masak dua buah pinang dan potong-potong, lalu rebus pinang dengan dua gelas air. Tunggu sampai kira-kira 1 gelas. Tambahkan satu sendok makan madu agar air tidak terlalu panas dan asam, dan minum hangat untuk menyembuhkan difteri.

Pinang umumnya dianggap sebagai suplemen herbal atau makanan sehat. Namun, tidak disarankan untuk mengonsumsi terlalu banyak dalam waktu lama. Jika Anda mengalami alergi atau masalah kesehatan lainnya, segera temui dokter terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.

Selanjutnya artikel menarik lainnya Mengintip Peluang Usaha Depot Air Minum Terkini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *