Cara Mendaur Ulang Sampah Anorganik

Cara Mendaur Ulang Sampah Anorganik yang Baik dan Mudah

Masih bingung cara mendaur ulang sampah anorganik?.Nah,maka dari itu lakukan cara-cara berikut mengenai cara mendaur ulang sampah anorganik.sebelum ke caranya simak baik-baik pengertian sampah anorganik berikut ini.

Pengertian Sampah Anorganik

Cara Mendaur Ulang Sampah Anorganik

Sampah atau sampah anorganik adalah sampah yang tidak mudah terurai, dan umumnya tidak berasal dari tumbuhan dan hewan, seperti kaleng, botol, plastik, kertas, atau kemasan makanan.

Jenis-jenis Sampah Anorganik

Jenis sampah dibedakan menjadi sampah organik dan anorganik berdasarkan sifatnya. Contoh sampah organik adalah sampah atau serasah yang mudah terurai oleh alam, seperti daun-daun kering, sisa sayuran, sisa makanan, dan bahan lainnya.

Sementara itu, sebagian besar sampah anorganik tidak dapat terurai secara alami oleh alam. Timbulnya limbah jenis ini dapat berasal dari limbah pengolahan industri seperti limbah pabrik hingga proses pengolahan domestik. Contoh atau jenis sampah anorganik antara lain:

  • Botol kaca
  • Botol-botol plastik
  • Paket Makanan Ringan
  • Kantong plastik
  • Kaleng
  • Kertas
  • Kain
  • Keramik
  • Logam
  • Pembersih

Cara Mendaur Ulang Sampah Anorganik

Untuk dapat menghindari dampak negatif sampah anorganik, maka perlu dilakukan langkah-langkah pemanfaatan yang tepat. Salah satu cara terbaik adalah dengan mendaur ulang sampah anorganik menjadi barang yang dapat digunakan kembali. Berikut beberapa jenis sampah anorganik yang dapat dimanfaatkan.

1.Limbah Kertas

Langkah mendaur ulang sampah kertas paling sederhana yang bisa Anda lakukan di rumah adalah dengan mengumpulkan buku atau kertas bekas dan mengirimkannya ke bank sampah atau pengumpul kertas bekas di tempat daur ulang.
Daripada hanya menumpuk dan terbuang di laut, kertas bekas bisa diolah menjadi kertas daur ulang, tas, masker, figurine, dan kerajinan tangan lainnya.

2.Sampah Kaleng

Sampah kaleng adalah jenis sampah yang bahkan tidak akan terurai selama ratusan bahkan ribuan tahun. Oleh karena itu, Anda bisa memanfaatkannya semaksimal mungkin sebagai bahan daur ulang agar volume sampah tidak terus bertambah.

Cara paling sederhana adalah dengan menggunakan kaleng minuman atau cat, sebagai pot bunga atau wadah untuk menyimpan barang-barang lainnya.

3.Botol Plastik

Di fasilitas pengolahan atau daur ulang sampah, sampah anorganik jenis botol biasanya diolah kembali menjadi botol baru. Botol yang dimaksud disini adalah botol kaca.

4.Sampah Plastik

Sampah plastik, seperti kemasan makanan dan minuman bekas, kini banyak diolah menjadi berbagai kerajinan tangan, seperti tas, dompet, tempat serbet, bahkan pakaian.

Oleh karena itu, jika Anda menemukan sampah plastik di dalam rumah, sebaiknya jangan langsung dibuang. Pisahkan dan bersihkan dari sampah lain, kemudian Anda bisa menyumbangkannya ke bank sampah atau tempat daur ulang lingkungan.

5.Sampah Kain

Salah satu jenis sampah anorganik yang sering kita abaikan adalah sampah kain. Baju yang sudah tidak terpakai, banyak yang menumpuk di lemari.

Untuk memanfaatkannya, Anda dapat mengubah penggunaannya, dari pakaian menjadi lap dapur, dan kain pel, atau disumbangkan kepada orang yang membutuhkan, jika pakaian tersebut masih dapat digunakan.

Sementara itu, di tempat perajin anorganik, limbah pakaian sering didaur ulang menjadi taplak meja, penutup dispenser, dan selimut.

Dampak Sampah Anorganik

Jika sampah anorganik dibiarkan tanpa pengolahan yang baik, ada berbagai dampak negatif yang bisa muncul, seperti:

1. Masalah kesehatan

Tumpukan sampah anorganik dapat menjadi sumber utama munculnya agen patogen, seperti bakteri, virus, jamur dan parasit lainnya. Beberapa penyakit yang dapat timbul dari tumpukan sampah antara lain:

  • Diare
  • Kolera
  • Tipus
  • Demam berdarah
  • Infeksi jamur kulit
  • Infeksi cacing pita (taeniasis)

2. Penurunan kualitas lingkungan

Sampah anorganik, terutama yang berbentuk cair, dapat meresap ke saluran air dan mencemari berbagai sumber air yang ada, mulai dari air tanah dan sungai hingga laut.
Kondisi ini tidak hanya berbahaya bagi manusia, tetapi juga akan membahayakan ekosistem perairan yang ada. Ikan menjadi tidak aman untuk dikonsumsi manusia. Padahal, kerusakan lingkungan berisiko menyebabkan kematian ikan secara mendadak.
Selain itu, limbah anorganik yang dibuang ke perairan akan berubah menjadi asam dan gas organik cair yang berbau dalam konsentrasi tinggi dapat meledak.

3. Rusaknya aspek sosial dan ekonomi masyarakat

Dengan menurunnya kualitas kesehatan dan lingkungan, maka aspek sosial dan ekonomi masyarakat secara otomatis akan terpengaruh.
Ketika Anda menderita penyakit yang muncul karena lingkungan yang tidak sehat atau adanya banyak sampah, Anda harus membayar untuk pengobatannya. Lingkungan yang kotor juga akan mengurangi rasa nyaman di sekitar tempat tinggal Anda.

Baca Juga: Cara Mendaur Ulang Botol Plastik jadi Kerajinan yang Bermanfaat

Nah,itu tadi cara mendaur ulang sampah anorganik yang bisa anda coba di rumah maupun di lingkungan masyarakat agar sampah anoganik tidak menjadi sampah yang menumpuk di lingkungan serta menjadikan sampah anorganik menjadi sampah yang bermanfaat bagi anda dan juga lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *